Bukan
lagi malaikat kataku membayangi gejolak hidup yang terbentang nan luas
.Tak ada hari terakhir untuk memulai ,semuanya diluar perkiraan,hanya
saja bulan dan bintang senantiasa berhias diri dipusaran kelam membuatku
pun sedikit tersenyum mungkin hari takan pernah kembali namun segalanya
tentangmu masih ada disini ,disamping bayang bayang penuh keriduan ini
.Dengan wajah kusutku ,kupandang semua bintang gemintang dimalam
ini,walau lelah tetap mencoba mengusap mata dan tak terpejam sedikitpun .
"Hai Joni .....jam segini maen bengong sendirian ....awas loe kesambar
bintang entar heee salah ...!! sapa Maria sambil mengambil posisi duduk
disamping Joni.
"Eeeeee kamu too ..ta kirain siapa !" sahut Joni
sambil membetulkan posisi duduknya ." Walahhh walahhhh ada yang lamunkan
ya.....haaa siapa sihh ...serius amat dari tadi ...". " Hussss ojo
diganggu to ...ini lagi belajar ilmu menurunkan bintang ni haaa " sahut
Joni.Terdengar ringtone handphone dari balik saku jeans Joni " Waduhh ada apa ya ...malam malam gini dapat telpon dari rumah !". " Mungkin ortu mu kangen kali Jon !" sahut Maria sambil mencoba merebut handpone. " Halo slamat malam ,dengan Maria disini !" .Nampak perlahan lahan suara Maria pun terdengar terbatah batah " Maaf ..tante bicara sama Joni aja ya ". Sahut Maria ternyata yang menelpon adalah Stefani yang adalah bibi dari Joni . "Jon ..maaf ...telpon dari bibimu !" Suaranyapun langsung senyap ." Ada apa Maria ...!! sahutnya dengan wajah agak gelisa ." Halo ..slamat malam tante ...apa kabar ..tumben telpon saya malam malam gini !" .Perlahan lahan air matapun mengalir membasahi wajahnya " Tuhan...ini tidak sungguhan ....ini tidak adil....!!!" teriak Joni setelah mendengarkan suara bibinya .Maria pun langsung memeluk tubuh Joni.Malam berubah begitu cepat hanya dengan air mata mebasahi ribuan kerlip bintang malam itu.Tangis tak tertahankan memecah sunyinya malam " Jon....Jon....yang tabah ..yang tabah...!!" pintah Maria dibalik pelukan Joni. " Aku ..bahkan ...sehari dalam seminggu ini belum kontak mereka ...aku terlalu sibuk mengurus hidupku ....aku tak punya apa apa lagi ....aku ....aku ....bukan siapa siapa lagi ....hidupku untuk apa lagi ...yang ku sayang ..papa mama..telah tiada ".